PERNAH denger enggak nih kalau Indonesia dulunya punya astronot pertama dan terlebih lagi beliau adalah seorang wanita? Beliau adalah Pratiwi Sudarmono lahir pada 31 Juli 1952, seorang ilmuwan yang berusia 65 tahun ini berasal dari Kota Kembang, Bandung.
Saat ini beliau menjabat sebagai professor mikrobiologi di Universitas Indonesia, Ia mendapatkan gelar Ph.D dalam bidang Biologi Molekuler dari Universitas Osaka, Jepang, pada tahun 1984. Kemudian Bu Pratiwi memulai karir ilmiahnya sebagai penerima beasiswa WHO untuk meneliti biologi molekuler Salmonela typhi.
Ceritanya berawal dari sebuah rencana yang mana Indonesia akan memberangkatkan astronot dalam misi STS-61-H yang menggunakan pesawat ulang-alik Columbia. Salah satu satelit komersil yang rencananya akan diberangkatkan pada tahun 1986 dalam misi ini adalah satelit Indonesia yang bernama Palapa B3. Oleh sebab itu, pemerintah kita merasa perlu memberangkatkan astronot sendiri.
Ditunjuklah Bu Pratiwi yang rencananya akan menjadi Pay Load Specialist atau seorang kru yang mengoperasikan satelit Palapa B-3. Selain Bu Pratiwi, ditunjuk pula seorang astronot cadangan yang bernama Taufiq Akbar.
Baik Bu Pratiwi dan Pak Taufiq sudah lama berlatih di bawah bimbingan NASA di Amerika serikat dengan biaya yang cukup besar yang dikeluarkan oleh pemerintah Indonesia, bahkan keduanya pun sudah siap untuk diterbangkan ke luar angkasa.
Akan tetapi, NASA terpaksa membatalkan beberapa penerbangan ke luar angkasa, termasuk Columbia yang akan mengangkut satelit Palapa B-3 karena sebuah musibah terjadi dimana pesawat ulang-alik Challenger yang hendak menuaikan misi STS-51-L meledak sesaat setelah 73 detik diluncurkan. Dalam musibah ini tujuh kru tewas. Akhirnya para astronot yang telah disiapkan dalam misi STS-61-H batal diberangkatkan dan satelit Palapa B-3 terpaksa diluncurkan dengan roket Delta tanpa kehadiran astronot dari Indonesia.
Akhirnya, Bu Pratiwi pun meneruskan karirnya sebagai ilmuwan dan Pak Taufiq juga meneruskan karirnya sebagai Engineer.
Waaaahh…. Bu Pratiwi jangan sedih ya… Kami tetap bangga dengan Ibu kok!
Ayo adik-adik sahabat KIDS DH belajar yang rajin ya biar bisa meneruskan perjuangan Bu Pratiwi….
source : wikipedia, merdeka.com
